HARI INI HARUS LEBIH BAIK DARI KEMARIN DAN HARI ESOK HARUS LEBIH BAIK DARI HARI INI

Senin, 25 Juli 2011

KURVE BAK AIR BORO-BORO

Bak air boro-boro mungkin masih asing bagi insan TNI Angkatan Udara. Tetapi bagi prajurit Lanud WMI atau insan Angkatan Udara yang pernah berdinas di Lanud WMI, bak air Boro-boro merupakan suatu tempat yang vital bagi kehidupan sehari-hari. Bak air ini sudah berusia bertahun-tahun, merupakan peninggalan Jepang yang berada di Desa Boro-boro yang masih masuk wilayah aset Lanud WMI. Bak air yang bertempat di kaki gunung Boro-boro ini menampung air yang berasal dari gunung yang tersimpan di akar-akar pohon. Dari tempat inilah kebutuhan air seluruh warga Lanud terpenuhi, mulai dari mandi sampai mencuci. Dengan menggunakan pipa-pipa besi yang menyusuri hutan dan perkampungan air dialirkan ke rumah-rumah. Selain untuk warga Lanud, air Boro-boro juga dialirkan untuk masyarakat di Desa-desa sekitar Lanud.

Dipimpin Danlanud WMI Letkol Pnb IGN Wahyu Anggono, kurve dimulai pukul 08.00 Wita sampai dengan selesai pukul 16.00 Wita (20/07). Seluruh anggota Lanud dan juga dibantu masyarakat sekitar ikut ambil bagian bahu membahu membersihkan bak air. Bermula dari ditutupnya saluran masuk, air perlahan-lahan dikeluarkan melalui saluran pembuangan sampai habis. Kurve ini meliputi pembersihan dinding bak, pasir daun dan semua material yang mengotori bak air tersebut.  Mengingat betapa pentingnya kegunaan dari tempat ini maka dengan penuh kesadaran dan semangat pantang menyerah kurve dilaksanakan dengan serius. Peralatan yang digunakan meliputi cangkul, skop, sabit, timba, tali dan lain sebagainya. Kurve berjalan dengan lancar sesuai dengan perencanaan.
Danlanud menyampaikan bahwa “Kegiatan ini merupakan agenda rutin per triwulan sebagai bentuk perawatan bak air agar tetap terjaga kebersihannya. Dan untuk kali ini yang dibersihkan bak penampungan kedua. Selain itu ini juga merupakan bentuk kepedulian dari Lanud WMI terhadap aset peninggalan sejarah”, paparnya. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar